[Review] Dilan 1990 (2018) : Lebih Buruk Dari Versi Novel?

Dari awal pengumuman bahwa Dilan bakal dibikin film, saya termasuk yang sebenernya kurang setuju, karena biarkan Dilan tetap dalam bentuk novelnya saja. Namun, hal yang lebih menarik adalah ketika Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan atau yang jauh lebih terkenal dipanggil Iqbaal CJR (Btw, CJR masih ada apa nggak sih?) resmi ditunjuk untuk memerankan Dilan versi movie ini.

Di saat banyak netizen ga setuju dengan pemilihan Iqbaal, saya justru langsung antusias ketika dia yang bakal memerankan sosok Dilan. Saya termasuk yang percaya bahwa Surayah a.k.a Pidi Baiq, sang penulis novel Dilan ini, tidak sembarangan memilih siapa yang menjadi pemeran Dilan versi live action-nya.

Continue reading “[Review] Dilan 1990 (2018) : Lebih Buruk Dari Versi Novel?”

[Review] Because This is My First Life (2017) : Ketika Cinta dan Realita Tak Bisa Dipisahkan

Pernah merasa hidup tidak adil?

Pernah merasa hidup sangatlah berat untuk dijalani?

Atau.. Pernah merasa bahwa segala usaha sudah dilakukan tapi tidak ada perubahan berarti dalam hidup?

Yah begitulah hidup… Daripada pusing mending baca review ini aja hahaha.

Continue reading “[Review] Because This is My First Life (2017) : Ketika Cinta dan Realita Tak Bisa Dipisahkan”

[Review] The End of the F***ing World (2017) : Perjalanan untuk Merayakan Kebaruan

TEOTFWPROPER

Apa yang anda inginkan sebagai seorang remaja? iPhone baru? Motor Ninja? Pacar yang baik hati? Atau melakukan hal yang mulia?

Sayang sekali, keinginan tersebut tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keinginan James (Alex Lawther), tokoh utama The End of the F***ing World. Jangan terkejut dulu. Mungkin akan terdengar sok edgy. Namun, James memiliki keinginan untuk membunuh seseorang. Ia yakin ia adalah psikopat sejak dalam pikiran. Hati-hati, jangan pikir serial ini cuma untuk lucu-lucuan. Saya harus mengatakannya dengan jelas, The End of The F***ing World (TEOTFW) ini adalah serial yang kelam, tetapi menggelikan. Saya akan mengulasnya secara umum, tanpa membocorkan jalan cerita. Continue reading “[Review] The End of the F***ing World (2017) : Perjalanan untuk Merayakan Kebaruan”

[Review] Insidious: The Last Key (2018) PENJARA ROH

JADI GINI, udah pada nonton Insidous 1 , 2, atau 3? GA PENTING! Karena Insidious: The Last Key (Chapter 4) ini –meskipun seolah sambungannya– tetapi lebih cocok disebut flashback. Bahasa kerennya, prekuel. Sebenernya ga cocok dinomori empat, tetapi ya sudahlah karena Star Wars aja suka-suka nomorin filmnya. Film ini bercerita tentang asal mula Elise Rainier. Yak tepat, Elise … Continue reading [Review] Insidious: The Last Key (2018) PENJARA ROH

[Review] Along With The Gods: The Two Worlds (2017) NO SPOILER

Ja Hong, seorang pria biasa, baru saja meninggal. Ia diantar menuju akhirat oleh Kang Rim, kepala malaikat pencabut nyawa. Kang Rim akan menunjuk seorang pembela yang akan mewakili Ja Hong dalam 7 sidang pengadilan sepanjang 49 hari untuk menyelidiki bagaimana ia menjalani hidupnya, dan di mana ia harus menghabiskan keabadian. Paragraf di atas adalah sinopsis … Continue reading [Review] Along With The Gods: The Two Worlds (2017) NO SPOILER

[Review] Sicario (2015) : Pertempuran Melawan Gembong Narkoba dan Sepi yang Membikin Mampus!

Begini, my friend, mari kita mulai tulisan ini dengan menyampaikan sebuah fakta bahwa saya sudah menonton film Denis Villenueve yang lain (Incendies, Prisoners, dan Enemy) sebelum memutuskan menonton Sicario ini, sehingga jika film-film Denis diibaratkan pacar saya, maka meski saya disuruh memejamkan mata, saya akan tetap dapat mengenali pacar saya melalui bau keteknya yang khas (kombinasi antara kaos kaki busuk dan keringat lembu dan tapir lebih tepatnya wkwk).

Gaya Villenueve dalam membangun narasi filmnya memang benar-benar khas; semacam perairan dengan permukaan yang tenang, sedangkan di bawahnya terdapat sekumpulan hiu yang mengintai dan siap menenggelamkan kapal. Kita dituntut selalu bersikap waspada, karena jika sedikit saja lengah, kita akan mampus di koyak-koyak sapi sepi.

Continue reading “[Review] Sicario (2015) : Pertempuran Melawan Gembong Narkoba dan Sepi yang Membikin Mampus!”

[Review] The Greatest Showman (2017) : Wolverine Nge-Dance? Why Not!

Saya pada dasarnya bukan penikmat “film musikal”, tapi hype yang saya perhatikan cukup tinggi di social media dan beberapa rekan contributor Watchmen ID yang sudah terlebih dahulu menonton film ini berkomentar bahwa ini film sangat layak tonton, saya jadi cukup tertarik untuk nonton juga padahal tadinya niat mau nunggu bluraynya aja.

Anyway, reviewnya bakal free spoiler ya, alias bakal saya tebarin spoiler bebas di mana aja. Ga deng, ini review tanpa spoiler, so enjoy!

Continue reading “[Review] The Greatest Showman (2017) : Wolverine Nge-Dance? Why Not!”

Sedikit Catatan Tentang Riwayat Hidup Watchmen ID

Jadi begini sih, blog ini pada mulanya terbentuk atas inisiasi organisasi non-profit dalam whatsapp yang concern bergerak di bidang layar datar. Kelompok ini terdiri dari anggota yang beraneka ragam, baik yang tergolong biotik dan abiotik, semisal: mata-mata Rusia yang hobi mencari link torrent, ikan pesut yang suka nonton film saat jam kerja, peternak ikan cupang yang hobi berbagi spoiler, biri-biri yang hobi menyalahgunakan fasilitas wifi kampus dan sebagainya. Kesemua anggota pada akhirnya bersepakat untuk membuat suatu wadah untuk menampung air seni, yang diberi nama Watchmen ID.

Continue reading “Sedikit Catatan Tentang Riwayat Hidup Watchmen ID”